Yehezkiel Ginting

Selamat Datang di Blog Yehezkiel Ginting.

NEWS

Menyajikan Informasi Berita.

TRAVEL

Dapatkan Informasi Tentang Tempat-Tempat Wisata Menarik Untuk Dikunjungi.

KULINER

Kategori Kuliner Berisi Berbagai Ulasan Tentang Kuliner yang Ada di Kota Medan.

KOMUNITAS

Kategori Komunitas Berisi Berbagai Ulasan Tentang Komunitas-Komunitas yang Ada di Kota Medan.

Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Wednesday, 21 November 2018

Sumut Ditargetkan Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Olahraga Internasional


 SERDANGBEDAGAI – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap dan menargetkan agar Sumut semakin sering menjadi tuan rumah untuk acara-acara kejuaraan olahraga. Tidak hanya tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Hal ini disampikan Wagub Musa Rajekshah usai membuka acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara Rally Championship seri kedua dan ketiga di Rambong Sialang Estate Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (17/11). Wagub Musa Rajekshah kemudian melepas peserta lomba dan menyaksikan aksi balap mereka.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sudah pasti sangat mendukung kegiatan-kegiatan olahraga seperti ini. Bahkan target kita kedepannya, ada banyak kejuaraan olahraga tingkat internasional yang terlaksana di Sumut. Kegiatan seperti ini bisa menjadi ajang bagi kita untuk promosi wisata Sumut,” ucap Musa Rajekshah yang juga akrab disapa dengan Ijeck.

Sport tourism, kata Ijeck, adalah salah satu strategi untuk promosi wisata melalui kegiatan-kegiatan kompetisi olahraga. Ijeck menilai strategi sport tourism ini cocok untuk diterapkan di Sumut. Jalur sungai Asahan, misalnya, disebut-sebut sebagai arung jeram terbaik ketiga di dunia. Begitu pun di Nias, sering jadi tuan rumah kompetisi selancar internasional.

“Hari ini, observer dari federasi internasional otomotif dari London dan Australia datang untuk melihat dan memantau pelaksanaan kegiatan ini. Mereka akan menilai apakah kita di Sumut ini bisa menjadi negara kandidat kejuaraan dunia dua tahun mendatang. Kita harap bertambah cabang-cabang olahraga tingkat nasional yang terselenggara di Sumut, termasuk kejuaraan Rally ini,” harap Ijeck.

Dikatakan Ijeck, ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh Sumut melalui kegiatan seperti ini. Baik bagi pemerintahan, perekonomian masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar lokasi pelaksanaan kejuaraan dan para atlet. Juga mendukung promosi dan pengembangan sektor wisata di Sumut.




“Semakin banyak orang yang berkunjung ke Sumut, akan memberikan kesan bahwa Sumut itu adalah daerah yang ramah. Artinya memudahkan dan meningkatkan kepercayaan investor untuk beinvestasi di sini. Investasi meningkat, maka percepatan pembangunan di Sumut pun bisa terlaksana,” jelasnya.

Ijeck, yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut Baharuddin Siagian, mengabarkan bahwa dalam waktu dekat juga akan ada kegiatan kejuaraan tingkat nasional yang dilaksanakan di Sumut, yakni cabang olahraga bela diri dan arung jeram pada bulan Desember.

Ijeck mengajak masyarakat untuk mendukung dan membantu menyukseskan acara tersebut. Begitu pula dengan dukungan untuk mempersiapkan event besar PON 2024, dimana Sumut sebagai tuan rumahnya.

Ahmad Syauki selaku Competitor Relation Officer menyampaikan bahwa IMI Sumatera Utara Rally Championship seri kedua dan ketiga akan berlangsung selama dua hari yakni 17 dan 18 November 2018. Ada 42 starter yang akan berkomtisi dari seluruh Indonesia untuk dua seri kejuaraan nasional di Sumut. Turut hadir dalam IMI Sumatera Utara Rally Championship tersebut Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, Ketua DPRD Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Sekretaris IMI Pengprov Sumut Elwin Siregar, seluruh tim dari 42 starter dari seluruh Indonesia.

Road To Anniversary Bass Komunitas Medan (Basskomed) yang ke 6



Medan- Bass Komunitas Medan (Basskomed)  salah satu group musik di Kota Medan  mengadakan acara "Road To Anniversary yang ke-6 di My Burger Coffe (MBC), Jln Sei Petani Kota Medan, Selasa (13/11/2018).

Ketua Bass Komunitas Medan (Basskomed) Ndhoi Coconut Head mengatakan komunitas ini terbentuk pada tahun 2009.

"Awalnya komunitas ini dibentuk pada  tahun 2009 itu masih nama Basskom (Bass Komunitas),  itu pendirinya saya sendiri, setelah berjalan selama 3 tahun itu masih independen berjalan sendiri, kemudian di tahun 2012 udah mulai di bantu abang-abang senior, di tahun 2012 barulah komunitas ini dikukuhkan yang namanya Bass Komunitas Medan (Basskomed)," Kata Ndhoi.

Tujuan komunitas ini dibentuk untuk mengembangkan talent-talent lokal yang selama ini tidak dilihat oleh orang banyak.

"Di Basskomed ini tidak hanya pemain bass saja, tapi didalamnya ada pemain drum, ada pemain gitar, vokalis, ada pemain keyboard," tambahnya.

"Harapan kita mau merangkul kawan kawan musisi pemain bass biar bisa saling berkomunikasi antar sesama band, kita bisa saling sharing tentang skill teknik bermain,  dan edukasi perawatan alat.  Dalam satu bulan kami adakan 2 kali  pertemuan kopdar Basskomed. Misi kita itu mau menunjukan bakat kawan-kawan semua, yang utama kita bergerak di jalur yang positif. Jauh dari namanya narkoba," ucapnya.

Acara ini berlangsung meriah karena dihadiri oleh undangan dari Komunitas MBS (Medan Blues Society), Rock Comunity, Indie United, Komunikasi Drummer Reguler-Ter (KDR-T), Indonesian Drummer Sumut dan Magician Medan.

Sekedar informasi acara puncak Anniversary  Basskomed akan dilaksanakan pada Jumat, 30 November 2018 bertempat di Champion Cafe Medan. (Yehezkiel Ginting)

Yehezkiel. Powered by Blogger.