Yehezkiel Ginting

Selamat Datang di Blog Yehezkiel Ginting.

NEWS

Menyajikan Informasi Berita.

TRAVEL

Dapatkan Informasi Tentang Tempat-Tempat Wisata Menarik Untuk Dikunjungi.

KULINER

Kategori Kuliner Berisi Berbagai Ulasan Tentang Kuliner yang Ada di Kota Medan.

KOMUNITAS

Kategori Komunitas Berisi Berbagai Ulasan Tentang Komunitas-Komunitas yang Ada di Kota Medan.

Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts

Friday, 23 November 2018

Tim Gabungan Pemko Medan Bongkar Papan Reklame Bermasalah



Medan- Tim Gabungan Pemko Medan terus menyisiri lokasi berdirinya papan reklame bermasalah di Kota Medan.  Tanpa kompromi sedikit pun, papan reklame bermasalah yang tak kunjung dibongkar pemiliknya menjadi sasaran ‘penebangan’.  Rabu (21/11) malam hingga Kamis (22/11) dinihari, dua unit papan reklame bermasalah diratakan dengan tanah dari dua lokasi berbeda di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Kedua papan reklame bermasalah itu berada di Jalan Juanda simpang Jalan Sisingamangaraja berukuran 4 x 6 meter dan Jalan Sisingamangaraja simpang Jalan Selamat berukuran 4 x 8 meter. Pembongkaran dilakukan karena kedua papan reklame bermasalah  yang berdiri dengan kokoh dan anggun selama ini ternyata tidak memiliki izin.

Puluhan tim gabungan yang dimotori Satpol PP Kota Medan dibantu sejumlah aparat samping dari TNI dan Polri memulai pembongkaran sekitar pukul 22.00 WIB. Seperti biasa dua unit mobil crane dan peralatan mesin las diturunkan guna mendukung kelancaran pembongkaran. Sebelum pembongkaran dilakukan, seputaran lokasi berdirinya papan reklame pun ditutup.

Setelah itu beberapa personel tim gabungan memutuskan aliran listrik yang mengaliri kedua papan reklame tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan membuka materi papan reklame guna memudahkan pemotongan papan reklame. Lalu kedua papan reklame diikat dengan ujung pengait mobil crane guna mencegah papan reklame tiba-tiba jatuh menghempas pada saat pemotongan berlangsung.

Proses pemotongan berlangsung lancar, tim gabungan yang sudah biasa melakukan pemotongan tanpa kesulitan sedikit pun berhasil memotong papan reklame dari tiang utama. Selanjutnya, mobil crane perlahan-lahan menurunkan papan reklame hingga permukaan jalan dan dilanjutkan dengan pemotongan hingga menjadi beberapa bagian untuk mempermudah membawanya.

Kasatpol PP Kota Medan M. Sofyan mengatakan, sudah seribu lebih papan reklame bermasalah dibongkar. Ditegaskannya, pembongkaran akan terus berlanjut, sebab papan reklame bermasalah tak diperkenankan lagi berdiri di seluruh ruas jalan di Kota Medan. “Selain penegakan peraturan, pembongkaran yang dilakukan untuk mengembalikan estetika kota. Kita tidak mau Medan menjadi hutan reklame,” kata Sofyan.

Mantan Camat Medan Area itu kembali mengingatkan seluruh pengusaha advertising agar tidak coba-coba mendirikan papan reklame tanpa izin. Begitu kedapatan, tegasnya, tim gabungan langsung melakukan pembongkaran tanpa kompromi sedikit pun. “Jadi uruslah izin terlebih dahulu, begitu izin keluar baru dirikan papan reklame,” pesannya.

Wednesday, 21 November 2018

Restoran Tip-top Kesawan Medan




Traveler yang mau berburu wisata kuliner di Medan, maka wajib mampir ke Restoran Tip Top. Restoran yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda ini, menawarkan aneka kue dan es krim yang menggoyang lidah.

Restoran Tiptop merupakan salah satu restoran tertua yang ada di Kota Medan. Restoran ini didirikan pada tahun 1929 dengan nama Jangkie, sesuai nama pemiliknya, dan saat itu berada di Jalan Pandu, Medan. Kemudian pada tahun 1934 restoran ini pindah ke Kesawan dan bernama Tip-Top yang berarti sempurna.

Walaupun usia restoran ini sudah terbilang tua, Tip-Top tetap berjalan konsisten dengan konsep, tradisi serta resep-resep lama yang tetap dipertahankan. Bahkan barang-barang lama seperti bangunan, mesin, meja dan kursi serta piano masih tetap digunakan.

Tip-Top pun masih menggunakan tungku kayu bakar jaman Belanda sejak tahun 1934. Tungku ini menggunakan kayu bakar berkualitas baik sehingga dapat menghasilkan kue dengan aroma yang harum dan cita rasa yang enak.

Kue-kue istimewa seperti kue tart, specolaas, saucijsebrood, moorkop, horen dan lain-lain dihasilkan dari tungku kayu bakar ini. Traveler wajib untuk mencobanya satu persatu.

Restoran ini juga menyediakan berbagai menu makanan dari Indonesia, China dan Eropa seperti steak ayam, steak lidah, salad, omelet, bitterballen, pancake, nasi goreng, capcay, gado-gado, kari kambing, roti bakar dan lain-lain.

Tidak ketinggalan, es krim buatan sendiri yang memiliki cita rasa tersendiri menjadi hidangan penutup yang istimewa sesuai dengan iklim kota Medan yang cukup panas. Membayangkannya langsung terasa lapar ya!

Tidak Miliki Izin Operasional, Warnet Ini Ditutup



Medan- Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Sei Tuan menutup salah satu warung internet (warnet) di Perumnas Mandala, Jalan Garuda Raya, Kelurahan Kenangan, Percut Seituan, karena didapati tak memiliki izin operasion, Selasa (20/11/2018) siang.

Petugas kepolisian yang dibantu pihak Kecamatan Percut Sei Tuan juga mengamankan 13 orang yang sedang asyik berselancar, karena warnet ini seringkali buka hingga larut malam.

“Kita razia Warnet L-NET yang berada di Jalan Garuda Raya ini atas perintah Kapolrestabes Medan yang menerima aduan masyarakat,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri.

Faidil mengatakan, Warnet L-NET diduga menyalahi aturan karena kerapkali buka selama 24 jam. Selain itu, pihaknya menemukan sejumlah orang yang sedang asyik bermain di sana. Mereka yang terjaring dalam razia tersebut antara lain, DN, RP, SM, AS, RH, RP dan FR.

“Selain mengamankan pemain berusia dewasa dan penjaga warnetnya, kita juga mengamankan 6 pelanggan warnet yang masih berstatus pelajar,” ucap Faidil.

Dijelaskan Kapolsek, dalam razia itu yang didapati 1 orang bermain poker yakni SM dan 6 pelajar lainnya sedang bermain game online.

“Tidak di temukan yg membuka situs porno dan Narkoba. Sedangkan penjaga warnet tidak dapat menunjukan izin usahanya sehingga Warnet ditutup oleh Muspika Percut Seituan,” Ucapnya.

Road To Anniversary Bass Komunitas Medan (Basskomed) yang ke 6



Medan- Bass Komunitas Medan (Basskomed)  salah satu group musik di Kota Medan  mengadakan acara "Road To Anniversary yang ke-6 di My Burger Coffe (MBC), Jln Sei Petani Kota Medan, Selasa (13/11/2018).

Ketua Bass Komunitas Medan (Basskomed) Ndhoi Coconut Head mengatakan komunitas ini terbentuk pada tahun 2009.

"Awalnya komunitas ini dibentuk pada  tahun 2009 itu masih nama Basskom (Bass Komunitas),  itu pendirinya saya sendiri, setelah berjalan selama 3 tahun itu masih independen berjalan sendiri, kemudian di tahun 2012 udah mulai di bantu abang-abang senior, di tahun 2012 barulah komunitas ini dikukuhkan yang namanya Bass Komunitas Medan (Basskomed)," Kata Ndhoi.

Tujuan komunitas ini dibentuk untuk mengembangkan talent-talent lokal yang selama ini tidak dilihat oleh orang banyak.

"Di Basskomed ini tidak hanya pemain bass saja, tapi didalamnya ada pemain drum, ada pemain gitar, vokalis, ada pemain keyboard," tambahnya.

"Harapan kita mau merangkul kawan kawan musisi pemain bass biar bisa saling berkomunikasi antar sesama band, kita bisa saling sharing tentang skill teknik bermain,  dan edukasi perawatan alat.  Dalam satu bulan kami adakan 2 kali  pertemuan kopdar Basskomed. Misi kita itu mau menunjukan bakat kawan-kawan semua, yang utama kita bergerak di jalur yang positif. Jauh dari namanya narkoba," ucapnya.

Acara ini berlangsung meriah karena dihadiri oleh undangan dari Komunitas MBS (Medan Blues Society), Rock Comunity, Indie United, Komunikasi Drummer Reguler-Ter (KDR-T), Indonesian Drummer Sumut dan Magician Medan.

Sekedar informasi acara puncak Anniversary  Basskomed akan dilaksanakan pada Jumat, 30 November 2018 bertempat di Champion Cafe Medan. (Yehezkiel Ginting)

Tuesday, 20 November 2018

Wali Kota Medan Hadiri Pembukaan Festival Open Marching Band 2018 Piala Kapolda Sumut



Medan- Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, MSi., MH menghadiri pembukaan Festival Open Marching Band 2018 memperebutkan Piala Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH., MH di Lapangan Benteng Medan, Senin (19/11). Festival Marching Band kategori pelajar dan mahasiswa yang diikuti sebanyak 15 tim dibuka langsung Kapolda Sumut.

Pembukaan marching band ditandai dengan pemukulan drum bersama yang dilakukan Kapolda Sumut bersama Wali Kota. Setelah itu dilanjutkan dengan parade marching band yang dimulai dari SMA Sinar Husni. Dalam parade itu, masing-masing marching band tampil unjuk kebolehan.

Kapolda Sumut dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Pemko Medan atas sinergitas dan dukungan yang diberikan sehingga Festival Open Marching Band 2018 dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Kemudian Kapolda mengungkapkan, festival digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

“Melalui festival ini, kita berharap jiwa pemuda masa perjuangan lalu dapat dilanjutkan para pemuda pemudi masa kini. Di samping itu juga dapat memberikan sumbangsih dan peranan terbaiknya bagi pembangunan di Indonesia,” kata Kapolda Sumut.
Selanjutnya, Agus berpesan kepada para peserta yang berlaga untuk mengerahkan seluruh potensi terbaik yang dimiliki sehingga dapat menampilkan pertunjukan terbaik dan raih prestasi setinggi-tingginya. “Ingat, jauhkan diri dari bahaya narkoba serta junjung tinggi sportifitas dalam bertanding,” pesannya.


Pembukaan Open Marching Band 2018 turut dihadiri Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Wakapoldasu Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK., MHum, Kapolrestabes Medan Dr. H. Dadang Hartanto, SH., SIK., MSi serta Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah.

Sementara itu Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, MSi., MH ditemui usai acara pembukaan, sangat menyambut baik digelarnya Open Marching Band 2018. Apalagi jumlah peserta dari 15 tim yang tampil mencapai 953 orang berasal dari wilayah Kota Medan, Binjai, Deli Serdang dan Serdang Bedagai.

Menurut Wali Kota, festival ini dinilainya dapat memotivasi para remaja agar berprestasi baik di sekolah maupun kampus masing-masing. “Kita berharap para peserta yang bertanding di sini dapat mengambil banyak pembelajaran melalui festival ini. Sebab, masing-masing peserta diajarkan mengenai kepemimpinan, kebersamaan dan rasa tanggung jawab. Untuk itu saya ucapkan selamat bertanding kepada para peserta, tetap semangat dan teruslah berprestasi,” ungkap Wali Kota.

Festival yang diselenggarakan oleh jajaran Polrestabes Kota Medan ini mengusung tema, ‘’Bangkitkan Semangat Muda Yang Kreatif, Inovatif Dalam Gerak dan Nada” dengan total hadiah Rp.30 juta untuk juara 1, Rp.20 juta bagi juara 2 dan Rp.15 juta untuk juara 3 untuk setiap kategori yang diperlombakan. Selain itu para pemenang nantinya akan diikutsertakan pada perlombaan marching band tingkat nasional.
   

Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah di Kota Medan


Medan- Permasalahan sampah yang ada di Kota Medan sedang dalam tahap penanggulangan. Diketahui masyarakat Kota Medan menghasilkan sampah 2000 ton perhari. Untuk itu perlu penanggulangan sampah yang lebih serius dan dapat melibatkan langsung masyarakat.

Bank sampah merupakan salah satu solusi yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah - pilah oleh masyarakat yang nantinya akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

Hal ini disampaikan melalui sambutan Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si., MH diwakili Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Muhammad Husni, SE., M.Si dalam acara Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah di Kota Medan di Andaliman Hall, Senin (19/11).

Lanjut Husni, Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan meluncurkan bank sampah sebagai inovasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus membantu pemerintah mengurangi volume sampah di Kota Medan.

"Bank sampah ini kita bentuk untuk menanggulangi bertumpuknya sampah yang ada saat ini. Dan juga dengan adanya Bank Sampah ini nanti kita dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mendaur ulang sampah yakni mendaur ulang menjadi kompos, tas dan sebagainya," ujar husni.

Husni menambahkan bahwa nantinya sampah - sampah yang ada akan dipilah sesuai dengan kelompoknya masing - masing. Jadi masyarakat setempat akan mudah jika ingin mengolah menjadi lebih berguna lagi nantinya.

"Nantinya sampah - sampah tersebut akan dipilah terlebih dahulu sesuai kelompoknya misalnya sampah organik dan anorganik. Hal ini akan diberlakukan di tiap kecamatan di Kota medan agar masyarakat gampang untuk mengelola atau mendaur ulang sampah menjadi bahan yang berguna nantinya," tambah husni.

Sebelum mengakhiri sambutan, Husni juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang selain menggelar sosialisasi ini, juga memberikan bantuan sebanyak 3 becak bermotor pengangkutan sampah kepada beberapa bank sampah yang ada di Medan.

Selanjutnya Anggota Komisi VII DPR RI, H. Abdul Wahab Dalimunthe, mengapresiasi keseriusan Pemko Medan dalam pengembangan bank sampah di ibu kota Sumatera Utara ini. Keseriusan itu dibuktikan dengan telah terbentuknya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bank Sampah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.

"Memang tanpa dukungan dari kepala daerah dan jajarannya, sebaik apa pun program pengembangan bank sampah ini tidak akan berjalan dengan baik," ucap Wahab dalam acara yang juga dihadiri Kasub Sarana dan Prasarana Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Saefuddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Medan, Isa Anshari, dan segenap pengelola bank sampah yang ada di Medan.

Wahab mengharapkan Pemko Medan terus melakukan pengembangan sehingga bank sampah dapat berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Medan.

Pemuda Bergerak Gelorakan Nasionalisme


Foto. Yehezkiel Ginting
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2018, puluhan komunitas dan pelaku industri kreatif Kota Medan yang terbentuk dengan nama ‘Pemuda Bergerak’", menggelar beberapa rangkaian kegiatan. Tujuannya untuk mengingatkan dan menggelorakan kembali semangat nasionalisme pemuda pada masa tercetusnya sumpah pemuda di tahun 1928 lalu.

Kegiatan diselenggarakan di Museum Perkebunan Indonesia, Jalan Brigjen Katamso, Medan, diawali dengan konvoi dari komunitas motor dan mobil unik, dan menarik, dari titik start museum perkebunan dan kembali ke lokasi acara.

Tonton Videonya disini..

Ketua Pelaksana Pemuda Bergerak, Hadi Windarto mengatakan, pentingnya momentum sumpah pemuda yang kini telah berusia 90 tahun, memiliki makna strategis bagi proses penyatuan bumi pertiwi hingga zaman milenial saat ini.

“Maka dari itu, kami serasa terpanggil keinginan untuk mengembalikan nilai-nilai persatuan yang telah lama diperjuangkan,” kata Hadi, Minggu (28/10/2018).

Dijelaskannya, Pemuda Bergerak merupakan bagian dari sebuah kegiatan kolaborasi antar puluhan komunitas dan pelaku indsutri kreatif yang ada di Kota Medan, dalam mempererat keakraban dan meningkatkan semangat juang dalam berkreatifitas.

Tidak hanya itu perhelatan juga dimeriahkan oleh Art Exhibition, Music Performance, Tradisional Dancer, standup Comedy, Sharing session, Community Gathering dan Pembacaan Deklarasi Sumpah Pemuda secara serentak diikuti oleh beberapa kota besar lainnya seperti Bandung, Jakarta, Makasar, Malang, Palembang, Pekanbaru, Solo, Surabaya, Medan, Yogyakarta, yang bekerja sama oleh We The Youth.

“We The Youth adalah Organisasi yang bergerak bagi ruang Generasi Muda memulai sebuah perubahan besar,” jelasnya.

Hadi menyebut, seluruh rangkaian kegiatan Pemuda Bergerak diracik oleh 2 gabungan tema besar, yakni Semangat Sumpah Pemuda memperkuat Persatuan Pemuda Dalam Mewujudkan Kesetiakawanan Sosial di antara Sesama Anak Bangsa Yang Kreatif dan Mandiri Dalam Menyongsong Masa Depan Sumatera Utara Yang Lebih Sejahtera dan Berkeadilan.

Kedua tema itu diusung Pemuda Bergerak dengan harapan agar spirit Sumpah Pemuda benar-benar mampu memberikan dorongan atau motivasi kepada segenap generasi muda Sumatera Utara, agar memiliki semangat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, serta bangkitnya Nasionalisme diantara sesama anak bangsa sehingga segenap pemuda memiliki solidaritas atau rasa kesetiakawanan sosial.

“Bersama semangat ini, diharapkan pemuda Sumatera Utara akan mampu memberikan kontribusi kreativitas terbaik bagi pembangunan daerah dalam meraih masa depan Sumatera Utara yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” kata Hadi Windarto. (Yehezkiel Ginting)

Yehezkiel. Powered by Blogger.