Wednesday, 12 March 2014

BANGKIT DARI KEGAGALAN


BANGKIT  DARI KEGAGALAN
Setiap orang memiliki masalah. Bahkan bisa dikatakan bahwa hidup ini adalah ujian yang terus- menerus. Seperti roda yang berputar, hidup ini kadang di bawah, kadang diatas.
            Ketika sedang berada diatas, hidup sepertinya milik kita sendiri. Segalanya berjalan dengan lancar. Nilai ulangan bagus, orang tua penuh perhatian, teman selalu ada disekitar kita, dan masih banyak lagi hal yang menyenangkan.
            Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian, segala sesuatu bisa berubah. Kehilangan orang yang kita cintai, kehilangan benda kesayangan, nilai ulangan jeblok, teman berbuat curang terhadap kita… Kebahagiaan hidup kita pun seolah terhapus.
            Kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Kalau yang sedang kita alami adalah kebahagiaan, tidak masalah.
Kalau yang datang adalah kesedihan rasanya dunia benar-benar tidak lagi bersahabat.
Rasanya dunia benar-benar mau berakhir. Tapi jangan putus asa. Itu kan baru perasaan kita saja. Kesedihan itu sifat nya hanya sementara. Seiring berjalannya waktu, kebahagiaan akan datang lagi.
            Agar tidak terus larut dalam kesedihan, sebaiknya kita berusaha untuk bangkit kembali.
Memulai kehidupan kembali setelah ditimpa kesedihan memang sulit. Akan tetapi jika kita terus berusaha semaksimal mungkin, tidak ada yang tidak mungkin. Kalu kita berhasil bangkit, kita malah akan merasa lebih kuat daripada sebelum nya.
            Akan menjadi seperti apa kita nantinya tergantung pada kita sendiri. Kurangnya semangat untuk memperbaiki diri akan berdampak pada kesuksesan yang akan kita raih di masa depan.
            Coba kita lihat kisah hidup Abraham Lincoln.
            Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16. Sebelum ia menjadi presiden, jalan hidupnya penuh dengan kepahitan.
            Abraham Lincoln lahir tahun 1809. Ia dilahirkan di lingkungan yang sulit. Ayahnya adalah seorang petani di pedalaman Kentucky, Amerika Serikat.
            Ketika Lincolnberusia 9 tahun, ibunya meninggal dunia. Kehidupan Lincoln menjadi sepi dan sangat sulit .Menjelang dewasa, ia bekerja serabutan. Lincoln yang pekerja keras itu pernah menjadi pemotong rel kereta api , pengemudi kapal laut, penjaga toko, pengantar pos, dan juru ukur sebelum kemudian berhasil menjadi pengacara.
            Perjuangan keras Lincoln ternyata belum selesai. Lincoln masih mengalami banyak kegagalan dan kepahitan hidup. Kegagalan-kegagalan Lincoln seperti:      
*Gagal dalam membina usahanya dan mengalami kebangkrutan.
*Gagal dalam pemilihan di Badan Legislatif.
*Gagal dalam kontes pidato.
*Gagal dalam pemilihan anggota Senat Amerika Serikat.
*Gagal duduk di dalam Kongres Amerika Serikat.
*Gagal dalam pemilihan untuk menduduki kursi Wakil Presiden Amerika Serikat.
*Dan akhirnya berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun (1860).
           
Lincoln memang manusia luar biasa. Ia tak pernah menyerah. Ia mampu berlapang dada atas semua kegagalannya. Ia juga mampu bangkit lagi tanpa merasa kecil hati. Padahal ,untuk orang  lain, kegagalan-kegagalan seperti itu mampu membuat depresi, bahkan menjadi alasan untuk bunuh diri.
            Menurut Lincoln, tidak penting berapa kali kita gagal, yang penting adalah berapa kali kita bangkit. Asalkan mau memperbaiki diri, kita juga bisa menjadi seperti Lincoln. Akan menjadi seperti  apa kita nantinya tergantung pada diri kita sendiri.



                                                                       

0 komentar:

Post a Comment

Yehezkiel. Powered by Blogger.