BANGKIT DARI KEGAGALAN
Setiap orang memiliki masalah. Bahkan bisa dikatakan bahwa
hidup ini adalah ujian yang terus- menerus. Seperti roda yang berputar, hidup
ini kadang di bawah, kadang diatas.
Ketika sedang berada diatas, hidup
sepertinya milik kita sendiri. Segalanya berjalan dengan lancar. Nilai ulangan
bagus, orang tua penuh perhatian, teman selalu ada disekitar kita, dan masih
banyak lagi hal yang menyenangkan.
Kebahagiaan itu tidak berlangsung
lama. Beberapa waktu kemudian, segala sesuatu bisa berubah. Kehilangan orang
yang kita cintai, kehilangan benda kesayangan, nilai ulangan jeblok, teman
berbuat curang terhadap kita… Kebahagiaan hidup kita pun seolah terhapus.
Kebahagiaan dan kesedihan datang
silih berganti. Kalau yang sedang kita alami adalah kebahagiaan, tidak masalah.
Kalau yang datang adalah kesedihan rasanya dunia benar-benar
tidak lagi bersahabat.
Rasanya
dunia benar-benar mau berakhir. Tapi jangan putus asa. Itu kan baru perasaan
kita saja. Kesedihan itu sifat nya hanya sementara. Seiring berjalannya waktu,
kebahagiaan akan datang lagi.
Agar tidak terus larut dalam
kesedihan, sebaiknya kita berusaha untuk bangkit kembali.
Memulai
kehidupan kembali setelah ditimpa kesedihan memang sulit. Akan tetapi jika kita
terus berusaha semaksimal mungkin, tidak ada yang tidak mungkin. Kalu kita
berhasil bangkit, kita malah akan merasa lebih kuat daripada sebelum nya.
Akan menjadi seperti apa kita
nantinya tergantung pada kita sendiri. Kurangnya semangat untuk memperbaiki
diri akan berdampak pada kesuksesan yang akan kita raih di masa depan.
Coba kita lihat kisah hidup Abraham
Lincoln.
Abraham
Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16. Sebelum ia menjadi
presiden, jalan hidupnya penuh dengan kepahitan.
Abraham Lincoln lahir tahun 1809. Ia
dilahirkan di lingkungan yang sulit. Ayahnya adalah seorang petani di pedalaman
Kentucky, Amerika Serikat.
Ketika Lincolnberusia 9 tahun,
ibunya meninggal dunia. Kehidupan Lincoln menjadi sepi dan sangat sulit
.Menjelang dewasa, ia bekerja serabutan. Lincoln yang pekerja keras itu pernah
menjadi pemotong rel kereta api , pengemudi kapal laut, penjaga toko, pengantar
pos, dan juru ukur sebelum kemudian berhasil menjadi pengacara.
Perjuangan keras Lincoln ternyata
belum selesai. Lincoln masih mengalami banyak kegagalan dan kepahitan hidup.
Kegagalan-kegagalan Lincoln seperti:
*Gagal dalam
membina usahanya dan mengalami kebangkrutan.
*Gagal dalam
pemilihan di Badan Legislatif.
*Gagal dalam
kontes pidato.
*Gagal dalam
pemilihan anggota Senat Amerika Serikat.
*Gagal duduk
di dalam Kongres Amerika Serikat.
*Gagal dalam
pemilihan untuk menduduki kursi Wakil Presiden Amerika Serikat.
*Dan
akhirnya berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun (1860).
Lincoln
memang manusia luar biasa. Ia tak pernah menyerah. Ia mampu berlapang dada atas
semua kegagalannya. Ia juga mampu bangkit lagi tanpa merasa kecil hati. Padahal
,untuk orang lain, kegagalan-kegagalan
seperti itu mampu membuat depresi, bahkan menjadi alasan untuk bunuh diri.
Menurut Lincoln, tidak penting
berapa kali kita gagal, yang penting adalah berapa kali kita bangkit. Asalkan
mau memperbaiki diri, kita juga bisa menjadi seperti Lincoln. Akan menjadi
seperti apa kita nantinya tergantung
pada diri kita sendiri.




0 komentar:
Post a Comment